Di dalam, aku baru terbangun setelah mimpi dikejar anjing. Duduk terdiam dengan kepala pening, seolah digodam. Badan pegal. Tulang ngilu. Aku menggeliat beberapa kali. Kulihat sekeliling, keadaan kamar tak berubah: cangkang kopi sasetan, gelas dengan dedak kopi mengering, asbak yang tak mampu lagi menampung abu rokok, cucian di pojokan, dan buku-buku yang tak pernah selesai dibaca.
Selasa, 30 Juni 2026
Pertanyaan-Pertanyaan yang Turun Sore Ini
Rambutan Belakang Rumah, Berbuah Saban Musim Tanpa Kirim Tagihan
Pohon rambutan di belakang rumah itu tak jauh umurnya denganku. Meski hampir seumuran, karena pohon ituu hasil stek, dia cepat berbuah. Sementara aku belum. Entah kapan.
Minggu, 24 Mei 2026
Manohara Ternyata Istrinya Pak RW Merangkap Pak RT
RT 05, RW 3, 10 nomor 1
Jalannya, jalan cinta....
Aku Bukan Temanmu Lagi…
Aku kaget mendengar kalimatnya itu, seperti baru saja mendengar vonis kematianku sendiri. Aku tak habis pikir mengapa demikian. Apa salahku? Padahal beberapa detik yang lalu aku masih ketawa-ketiwi dengannya, bernyanyi, dan bercerita. Ah, betapa cepat dunia ini berbalik.
Sirine Japuk, Euy...!
buat sahabat-sahabat di Kobong
"Japuk............., euy," teriak seseorang bersarung merah bergaris-garis hitam dari lantai dua. Seolah sirine bahaya gempa, penghuni kobong itu serentak berhamburan keluar. Tak ayal, suara gedabak-gedebuk telapak kaki tergesa menuju tangga. Lantai yang terbuat dari papan kayu nangka itu bergetar hebat, dihiasi debu beterbangan. Penghuni di lantai dasar pun menyelamatkan diri. Mereka celingukan mencari sesuatu. Di senja itu...
Seseorang berpeci hitam, berbaju kemeja dan bercelana hitam datang dari arah belakang kobong. Tangan kanannya menjinjing dus bermerek Sarimi yang diikat tali rapia. Tangan kirinya menenteng plastik dengan tulisan Ramayana Department Store. Sementara di pundaknya tergantung pula tas hitam yang penuh.
Sabtu, 23 Mei 2026
Kenapa Maria Menangis?
Saya tidak menanggapi karena belum tahu terlambat apa.
Di dalam, anak-anak Puspita; Key, Usman, Tommy, Epul, Linda, Tari dan Witri sedang duduk melingkar bersama pak Iwan, seorang relawan Puspita. Sepertinya mereka sedang mengomentari kegiatan talkshow yang baru saja usai. Sementara Veni sedang belajar baca al-Quran bersama kak Syahrozy. Di bagian terpisah Aisyah dan Maria duduk berhadapan. Keduanya menangis tersedu. Selintas keduanya sedang berlomba tangis.
Al-Risalah al-Zuma
Bukan! Bukan itu. Itu sekadar umpama, tapi memang mirip seperti itu. Padahal ia sedang bersila rapi seolah petapa agung, menanti ilham. Tapi matanya menganga menatap monitor jebot kusam 14 inci. Sesekali kepalanya mengeleng-geleng seolah berzikir. Tapi dari mulutnya tidak keluar kalimah-kalimah toyyibah atau pujian ke hadirat tuhan, melainkan babi, anjing tak ketinggalan teman-temannya seragunan diabsen! Sekali waktu, temannya yang lebih akrab disambat juga: setan dan iblis!
Jangan Air Putih Aja!
Bersama dua sahabat, saya mengisi perut di sebuah warung makan, di bilangan Salemba. Letaknya di sebuah gang, kelurahan Kenari.
Minggu, 10 Mei 2026
Maaf, Bajingan Lipsing!
“Bujangan..., bujangan…, Bujangan..., bujangan...”
Suara itu meluncur dari pita suara seorang pria, kutaksir usianya 50 tahun, yang berjalan di pinggir jalan Legoso, Ciputat. Pakaiannya serba hitam dengan kepala ditutup belitan kain hitam juga. Selintas kulihat mukanya dibaluri keringat. Di perutnya tergantung sound berwarna hitam dengan panjang 2 jengkal orang dewasa kali satu setengah jengkal. Di belakangnya, seorang gadis kecil berkerudung kecil, dengan jari tangan menjepit plastik bekas wadah permen.
Minggu, 12 April 2026
Dari Goodbye My Blues hingga Indonesia Raya: Kisah Teman yang Berjuang Melawan Dirinya
Goodbye My Blues menyambut kedatanganku ketika melongok ruangan 4x4 meter. Goodbye My Blues pula yang menyambutku beberapa waktu lalu. Sepertinya karya emas Time Bomb Blues ini telah menyatu dengan penghuni dan segenap isi ruangan berdinding muram ini.
Aku mendapati penghuninya sedang tertekur membaca buku di pojok ruangan. Melihat kedatanganku, dia melepas buku itu dengan enggan seolah pemburu yang mendapati buruannya terusik, dan kabur. Tapi ia berusaha menyungging sebentuk senyum.
Sabtu, 11 April 2026
Pertahanan Terakhir: Celana Dalam. Itu Pun Kini Jebol Juga
Waktu itu saya hanya mengiyakan, malas berdebat karena memang tak punya data terkait dampak sistemik jasa pencucian kepada pelanggannya. Diam saya mungkin diartikan sepakat, padahal aslinya belum terpikir untuk menyerahkan urusan daleman kepada orang asing, apalagi harus bayar. Bagi saya yang waktu itu masih mahasiswa, masalahnya bukan soal candu, tapi soal pengeluaran.
Riwayat Saya Punya Dompet dan Sabuk
Kursi macam itu mengingatkan bangku madrasah diniyah di kampung saya belasan tahun lalu.
Jumat, 10 April 2026
Kawan Saya yang Menjemur Celana di Pinggir Jalan Raya Ciputat
![]() |
| Kawan saya yang menjemur celana di pinggir jalan |
Dia mengenakan jaket jeans warna biru, membungkus tubuhnya yang berkameja biru juga. Kemeja luntur; saking sering mengalami siklus direndam- digilas- dicuci-dijemur-dipakai-ditiduri, dikeringati-didekili-direndam lagi. Jika pabriknya melihat kemeja itu sekarang mungkin akan mati-matian menolak pernah memproduksinya.
Sementara celananya hitam tanpa bekas setrika sedikit pun. Mungkin tak pernah digosok sama sekali. Seumur-umur. Alas kakinya sandal kulit berwarna hitam yang kondisinya juga tak usah dijelaskan.
Ironi Penulis Siasat Menyeberang Jalan
Saya menjelaskan siasatnya: berbarenganlah bersama penyeberang lain. Dalam hal ini pun ada siasatnya; ketika arah kendaraan melaju dari kanan, Saudara mesti berada di sebelah kiri rombongan. Ketika sampai di pertengahan jalan, segeralah berpindah ke sebelah kanan rombongan.
Masjid yang Cerewet dan Islam Mana Dalilnya
![]() |
| Islam mana dalilnya (Foto: AI) |
Berhubung sepatu orang, semula saya berniat menitipkan, supaya aman, meski harus bayar. Tapi ternyata tak ada layanan seperti itu. Akhirnya sepatu pinjaman dibiarkan saja berjajar dengan alas kaki warna-warni, merk, dan ukuran.
Kisah Punya Akun Facebook dan Blog atawa Setahun Sudah Sempurna Iman dan Jadi Insan Kamil
Suatu ketika, teman saya itu menyarankan membuat Facebook. Tapi saya tidak menghiraukannya karena lebih tertarik bermain game balap motor, mengalahkan Rossi dalam dunia yang tidak nyata pula. Saking seringnya, saya menjadi lihai dan ditakuti para “road race” lain. Saya pernah mengejek mereka dengan perkataan seperti ini, “Kok saya susah kalah. Bagaimana caranya supaya kalah?”
Senin, 06 April 2026
Empat Bunyamin yang Hebat Berkaitan dengan Tasikmalaya
Lalu, saya teringat dengan 3 Bunyamin lain, yang semuanya terkait Tasikmalaya. Pertama, KH Abun Bunyamin putra KH Ruhiat yang pernah memimpin Cipasung.
Minggu, 05 April 2026
Magnet Hamid Jabbar
![]() |
| Penyair Hamid Jabbar (Foto: sepenuhnya.com/) |
Adalah Hamid Jabbar.
Jumat, 03 April 2026
Pak Indrakila dan Kisah Ditampar Pipi Kiri-Kanan, Lalu Tertawa
![]() |
| Pak Indrakila |
Ada juga Indrakila dalam cerita pewayangan yang merujuk pada gunung suci dalam mitologi Hindu (Mahabharata). Gunung itu, konon, tempat Arjuna bertapa untuk memperoleh senjata Pasupati.
Jumat, 27 Maret 2026
Bunga-Bunga MTs: Catatan September 1999
Hari: Senin, Tanggal: 7-9, Tahun: 99
CATATAN SENIN II
Pelajaran ketiga, 2 kali sudah bermasalah. Sejarah saat itu. Memang bersejarah. Bu ARR saat itu tidak masuk. Sebagai badal, seorang Pak EJ yang rambutnya sedikit kribo, berkumis tebal, ditumbuhi bulu-bulu halus di lengannya, dan tatapan mata yang tajam. Pak EJ memberi mandat pada seorang murid kls II A untuk menuliskan pelajaran sejarah. Lalu ia pun keluar entah kemana.












.png)
.png)
.png)
.png)


.jpg)
.jpg)
.jpg)