Selasa, 31 Maret 2026

Saat Sinta Berseru: Kutunggu Kau di Alengka!

(Ilustrasi: sawitplus.co)
“Dewi, ikutlah bersamaku ke Maliawan. Aku akan mempertemukanmu dengan junjunganku, kekasihmu, Ramawijaya. Dia sudah lama merindumu,” kata Anoman, selepas membakar Alengka.

“Katakan kepada junjunganmu, Anoman. Kalau benar-benar ia menganggap aku kekasihnya, datanglah ke Alengka. Dialah yang harus menjemputku, orang yang dicintainya,” terang Sinta.

Bunga-Bunga MTs (2): Jumat Kelabu

Hari itu di bilik MTs tertera persis Jum’at 17-September-1999. Pelajaran ke II (Bhs Inggris hapalan) gurunya tidak ada. Untuk mengisi kekosongan ditukar dengan IPS Ekonomi.

Tak diduga-duga masuklah guru BP. Guru yang paling ditakuti oleh seantero MTs. Wali kelas (kelas tiga). Lalu Beliau berkata ”Bapak dari dulu selalu bawel kepada kalian supaya selalu merapikan diri” sambil mengeluarkan dua buah benda: gunting dan penggaris. Jumsih.

Muhammad Ali tentang Gerhana Sebatang Pohon Pepaya

Sewaktu duduk di bangku Aliyah, saya lumayan menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. Disebut lumayan, karena ini pelarian dari pelajaran-pelajaran lain, terutama matematika.

Tempurung kepala langsung mumet jika menghadapi rimba angka. Saya pernah berpikir, kenapa ada pelajaran yang membuat orang susah. Makanya, kalau ada orang menikmati pelajaran itu, saya haturkan salam salut seraya menjura 45 derajat.

Cinta Itu Anugerah, Maka Menderitalah

Ilustrasi: https://id.pngtree.com
buat nyai antasarah

Antasarah, bagiku mengungkap cinta kepada seseorang tak semudah membalikan telapak tangan. Sungguh memerlukan keberanian; menawarkan rasa malu yang entah datang dari mana, keengganan, dan entah rasa apa lagi yang menumpuk berlapis-lapis, menggumpal dalam ketakutan. Mungkin itulah sebab terciptanya mantera sugesti untuk mengungkapkan cinta.

Jumat, 27 Maret 2026

Pak Mumu BA dan Ranjau di Sekelilingnya

Saya menyalami Pak Mumu BA
Tinggi badannya tak lebih dari 160 cm. Matanya sudah disambung kacamata tebal. Rambutnya ikal bergelombang. Pak Mumu BA. 

Namanya hanya Mumu dan BA di belakangnya, mungkin sebuah gelar akademik. Saya tidak tahu gelar dalam bidang apa. Seingat saya, hanya Pak Mumu yang BA di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibadak pada 2000-2003. 

Bunga-Bunga MTs: Catatan September 1999

Hari: Senin, Tanggal: 7-9, Tahun: 99


CATATAN SENIN II


Mentari bersinar tak bergairah, pohon-pohon karet tertunduk lesu, angin seperti enggan berhembus, tiang bendera pun ikut bersedih.

Pelajaran ketiga, 2 kali sudah bermasalah. Sejarah saat itu. Memang bersejarah. Bu ARR saat itu tidak masuk. Sebagai badal, seorang Pak EJ yang rambutnya sedikit kribo, berkumis tebal, ditumbuhi bulu-bulu halus di lengannya, dan tatapan mata yang tajam. Pak EJ memberi mandat pada seorang murid kls II A untuk menuliskan pelajaran sejarah. Lalu ia pun keluar entah kemana.

Selasa, 10 Maret 2026

Doel Sumbang (3): Tak Tahu Doel, Tak Suka Sumbang

Doel Sumbang mengaku bernama asli Wahyu Affandi. Doel Sumbang mulai mengacu pada dirinya sejak lagu-lagunya masuk dapur rekaman pada tahun 1981. Dua kata yang melekat pada dirinya itu memiliki kisah dan kesan yang berbeda.  

“Doel ini yang tidak jelas,” katanya, “saya yang paling tidak menyadari itu justru nama Doel berasal dari mana, dari mulut siapa pertama. Itu saya sampai sekarang teu kalacak (tidak terlacak), ngan (tapi) tiba-tiba nama itu nempel, udah we kitu,” kisahnya saat ia menjadi bintang tamu Guar Budaya, sebuah program kerja sama Lesbumi NU dan Media Center PWNU Jawa Barat yang tayang Jumat (12/3), pukul 19.30. 

Kado Ulang Tahun Perempuan Setengah Telanjang

Salah satu novel karya Marina S.
Untuk sahabat Abraham Zakky Zulhazmi

Saya punya kecemburuan tersendiri kepada sahabat satu ini. Dia selesai kuliah S1 dengan baik. Dalam arti ia tidak ngaret sebagaimana umumnya mahasiswa sezamannya yang bahkan ada yang tak bisa meloloskan diri. Kemudian melanjutkan S2 dengan normal pula. 

Di usia 25, ia hampir mendapat gelar magister bidang komunikasi. Jika melanjutkan studi, dua atau tiga tahun ke depan ia akan mengantongi doktor. Sebelum usia 30, siap-siap saja saya membaca profil doktor muda terkemuka di media massa. Layak disimak analisisnya di tivi dan radio. Untuk jadi dosen juga ia menempuh jalan lurus. Mungkin nanti saya akan mendengar dia sebagai dosen teladan bagi mahasiswi-mahasiswanya. Tulisannya juga akan mewarnai jurnal-jurnal illmiah. 

KH Yayan Bunyamin: Ajengan Muda Suka Lagu dan Film India

Seharusnya saya bertemu dan kenal sejak lama dengan ajengan muda kita ini. Pasalnya kami pernah beraktivitas dalam satu gedung beberapa tahun, sekitar 2006-2011. Namun, tak pernah bertemu, apalagi semeja dalam sepengopian.

Akhir pekan lalu saya bertemu dengan ajengan muda kita ini selama dua hari. Dalam satu sesi, dia membawa plastik putih ukuran seperempat liter, berisi cairan coklat. Kopi sasetan yang sudah diseduh.

Senin, 09 Maret 2026

Pak Syair dan SK Surat Al-Fatihah

Pak Syair di kediamannya
Namanya Syair. Hanya Syair, tak ada nama belakangnya. Dia tak mengerti kenapa orang tua menamakannya seperti itu. Apakah mungkin dengan harapan menjadi sastrawan yang terampil menulis puisi atau novel? Ia tidak mengetahuinya sama sekali. Pokoknya semenjak dia ingat, namanya Syair. Di luar itu bukan urusannya. 

Jika menyimak perjalanan hidupnya, menurut saya, dia adalah penyair, tapi bukan dengan kata-kata, melainkan dengan amal perbuatannya, terutama dalam dunia pendidikan, lebih khusus lagi dalam pendidikan di Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang.

Sabtu, 07 Maret 2026

Luqman yang Kini Berpakaian Besi

Luqman yang kini berbaju besi (Foto: Facebook) 
Tujuh tahun tidak ketemu dan tak sempat datang saat pernikahannya, kini dia sudah disapa ayah. Dan, ini yang terpenting, ia mengenakan baju besi, istilah yang disampaikan dari seorang teman terkait profesinya. 

Tujuh tahun tidak ketemu, hampir saja saya lupa beberapa hal yang berkaitan dengannya. Maklum, hampir sewindu lebih digilas kaki sang waktu, meminjam istilah Iwan Fals, yang sombong.

Selasa, 03 Maret 2026

Pak Undang Hartono dan Nasib Sial Saya Selepas Pementasan Dukun Palsu

Sampai tahun 2000, topi yang biasa bertengger di kepala Putu Wijaya, adalah sesuatu yang hanya saya lihat di gambar. Namun, sejak tahun itu, saya melihat langsung orang yang mengenakannya. Topi semacam itu bertengger di kepala Pak Undang Hartono. Dia guru kesenian saat kelas 1.3 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibadak tahun itu. 

Saat saya kelas 2.2, dia mengampu pelajaran Biologi dan sebagai wali kelas. Namun, saya tak terlalu banyak berkomunikasi dengannya di luar urusan pelajaran karena itu wilayah KM, Ujang Rahmat Hidayat asal Selajambe, di samping bukanlah murid yang menonjol di Biologi. Ujang Abdul Muhyi asal Gudang, murid yang mendapatkan nilai tertinggi pelajaran itu. Sementara saya hanya tahu klorofil saja. Yang lainnya tidak sama sekali. 

Minggu, 01 Maret 2026

Jasket Cinta Antimasuk Angin

Untuk pertama kalinya saya bepergian jauh menggunakan baju yang didesain istri saya. Ia menyebutnya jasket. Istilah yang tidak familiar dalam ingatan saya yang biasanya mengenakan pakaian seadanya saja. 

Namun karena hadiah dari istri, tentu saya senang menerimanya. Sayangnya, dia hanya menamakannya jasket. Itu terlalu sederhana sebagai hadiah. Oleh karena itu, saya berinisiatif menambahkannya menjadi Jasket Cinta Antimasuk Angin.