![]() |
| Saya menyalami Pak Mumu BA |
Namanya hanya Mumu dan BA di belakangnya, mungkin sebuah gelar akademik. Saya tidak tahu gelar dalam bidang apa. Seingat saya, hanya Pak Mumu yang BA di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibadak pada 2000-2003.
Tidak untuk, bukan karena
![]() |
| Saya menyalami Pak Mumu BA |
Namanya hanya Mumu dan BA di belakangnya, mungkin sebuah gelar akademik. Saya tidak tahu gelar dalam bidang apa. Seingat saya, hanya Pak Mumu yang BA di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibadak pada 2000-2003.
Hari: Senin, Tanggal: 7-9, Tahun: 99
Pelajaran ketiga, 2 kali sudah bermasalah. Sejarah saat itu. Memang bersejarah. Bu ARR saat itu tidak masuk. Sebagai badal, seorang Pak EJ yang rambutnya sedikit kribo, berkumis tebal, ditumbuhi bulu-bulu halus di lengannya, dan tatapan mata yang tajam. Pak EJ memberi mandat pada seorang murid kls II A untuk menuliskan pelajaran sejarah. Lalu ia pun keluar entah kemana.
“Doel ini yang tidak jelas,” katanya, “saya yang paling tidak menyadari itu justru nama Doel berasal dari mana, dari mulut siapa pertama. Itu saya sampai sekarang teu kalacak (tidak terlacak), ngan (tapi) tiba-tiba nama itu nempel, udah we kitu,” kisahnya saat ia menjadi bintang tamu Guar Budaya, sebuah program kerja sama Lesbumi NU dan Media Center PWNU Jawa Barat yang tayang Jumat (12/3), pukul 19.30.
![]() |
| Salah satu novel karya Marina S. |
Saya punya kecemburuan tersendiri kepada sahabat satu ini. Dia selesai kuliah S1 dengan baik. Dalam arti ia tidak ngaret sebagaimana umumnya mahasiswa sezamannya yang bahkan ada yang tak bisa meloloskan diri. Kemudian melanjutkan S2 dengan normal pula.
Di usia 25, ia hampir mendapat gelar magister bidang komunikasi. Jika melanjutkan studi, dua atau tiga tahun ke depan ia akan mengantongi doktor. Sebelum usia 30, siap-siap saja saya membaca profil doktor muda terkemuka di media massa. Layak disimak analisisnya di tivi dan radio. Untuk jadi dosen juga ia menempuh jalan lurus. Mungkin nanti saya akan mendengar dia sebagai dosen teladan bagi mahasiswi-mahasiswanya. Tulisannya juga akan mewarnai jurnal-jurnal illmiah.
Akhir pekan lalu saya bertemu dengan ajengan muda kita ini selama dua hari. Dalam satu sesi, dia membawa plastik putih ukuran seperempat liter, berisi cairan coklat. Kopi sasetan yang sudah diseduh.