RT 05, RW 3, 10 nomor 1
Jalannya, jalan cinta....
tidak untuk, bukan karena
RT 05, RW 3, 10 nomor 1
Jalannya, jalan cinta....
Aku kaget mendengar kalimatnya itu, seperti baru saja mendengar vonis kematianku sendiri. Aku tak habis pikir mengapa demikian. Apa salahku? Padahal beberapa detik yang lalu aku masih ketawa-ketiwi dengannya, bernyanyi, dan bercerita. Ah, betapa cepat dunia ini berbalik.
buat sahabat-sahabat di Kobong
"Japuk............., euy," teriak seseorang bersarung merah bergaris-garis hitam dari lantai dua. Seolah sirine bahaya gempa, penghuni kobong itu serentak berhamburan keluar. Tak ayal, suara gedabak-gedebuk telapak kaki tergesa menuju tangga. Lantai yang terbuat dari papan kayu nangka itu bergetar hebat, dihiasi debu beterbangan. Penghuni di lantai dasar pun menyelamatkan diri. Mereka celingukan mencari sesuatu. Di senja itu...
Seseorang berpeci hitam, berbaju kemeja dan bercelana hitam datang dari arah belakang kobong. Tangan kanannya menjinjing dus bermerek Sarimi yang diikat tali rapia. Tangan kirinya menenteng plastik dengan tulisan Ramayana Department Store. Sementara di pundaknya tergantung pula tas hitam yang penuh.
Saya tidak menanggapi karena belum tahu terlambat apa.
Di dalam, anak-anak Puspita; Key, Usman, Tommy, Epul, Linda, Tari dan Witri sedang duduk melingkar bersama pak Iwan, seorang relawan Puspita. Sepertinya mereka sedang mengomentari kegiatan talkshow yang baru saja usai. Sementara Veni sedang belajar baca al-Quran bersama kak Syahrozy. Di bagian terpisah Aisyah dan Maria duduk berhadapan. Keduanya menangis tersedu. Selintas keduanya sedang berlomba tangis.
Bukan! Bukan itu. Itu sekadar umpama, tapi memang mirip seperti itu. Padahal ia sedang bersila rapi seolah petapa agung, menanti ilham. Tapi matanya menganga menatap monitor jebot kusam 14 inci. Sesekali kepalanya mengeleng-geleng seolah berzikir. Tapi dari mulutnya tidak keluar kalimah-kalimah toyyibah atau pujian ke hadirat tuhan, melainkan babi, anjing tak ketinggalan teman-temannya seragunan diabsen! Sekali waktu, temannya yang lebih akrab disambat juga: setan dan iblis!