Jumat, 03 April 2026

Pak Indrakila dan Kisah Ditampar Pipi Kiri dan Kanan, Lalu Tertawa

Pak Indrakila
Nama Indrakila, entah kenapa saya teringat pada bunyi idza qila yang berulang-ulang dalam Kitab Qathrul Ghaits (قَطْرُ الْغَيْثِ) karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi (Syekh Nawawi al-Bantani). Struktur bunyinya hampir sama. Namun, tentu saja berlainan arti. 

Ada juga Indrakila dalam cerita pewayangan yang merujuk pada gunung suci dalam mitologi Hindu (Mahabharata). Gunung itu, konon, tempat Arjuna bertapa untuk memperoleh senjata Pasupati.

Bunga-Bunga MTs (3): Suasana Kudengar

Di sana ku dengar: ”itu tidak etis” atau: ”titik sagede kalapa”, dengan nada agak puitis. Ku dengar: ”Okey, kita lanjut pelajaran ini…”, dengan nada lambat, namun meyakinkan sambil mengisap sebatang rokok. 

Selasa, 31 Maret 2026

Saat Sinta Berseru: Kutunggu Kau di Alengka!

(Ilustrasi: sawitplus.co)
“Dewi, ikutlah bersamaku ke Maliawan. Aku akan mempertemukanmu dengan junjunganku, kekasihmu, Ramawijaya. Dia sudah lama merindumu,” kata Anoman, selepas membakar Alengka.

“Katakan kepada junjunganmu, Anoman. Kalau benar-benar ia menganggap aku kekasihnya, datanglah ke Alengka. Dialah yang harus menjemputku, orang yang dicintainya,” terang Sinta.

Bunga-Bunga MTs (2): Jumat Kelabu

Hari itu di bilik MTs tertera persis Jum’at 17-September-1999. Pelajaran ke II (Bhs Inggris hapalan) gurunya tidak ada. Untuk mengisi kekosongan ditukar dengan IPS Ekonomi.

Tak diduga-duga masuklah guru BP. Guru yang paling ditakuti oleh seantero MTs. Wali kelas (kelas tiga). Lalu Beliau berkata ”Bapak dari dulu selalu bawel kepada kalian supaya selalu merapikan diri” sambil mengeluarkan dua buah benda: gunting dan penggaris. Jumsih.

Muhammad Ali tentang Gerhana Sebatang Pohon Pepaya

Sewaktu duduk di bangku Aliyah, saya lumayan menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. Disebut lumayan, karena ini pelarian dari pelajaran-pelajaran lain, terutama matematika.

Tempurung kepala langsung mumet jika menghadapi rimba angka. Saya pernah berpikir, kenapa ada pelajaran yang membuat orang susah. Makanya, kalau ada orang menikmati pelajaran itu, saya haturkan salam salut seraya menjura 45 derajat.