Selasa, 10 Maret 2026

Doel Sumbang (3): Tak Tahu Doel, Tak Suka Sumbang

Doel Sumbang mengaku bernama asli Wahyu Affandi. Doel Sumbang mulai mengacu pada dirinya sejak lagu-lagunya masuk dapur rekaman pada tahun 1981. Dua kata yang melekat pada dirinya itu memiliki kisah dan kesan yang berbeda.  

“Doel ini yang tidak jelas,” katanya, “saya yang paling tidak menyadari itu justru nama Doel berasal dari mana, dari mulut siapa pertama. Itu saya sampai sekarang teu kalacak (tidak terlacak), ngan (tapi) tiba-tiba nama itu nempel, udah we kitu,” kisahnya saat ia menjadi bintang tamu Guar Budaya, sebuah program kerja sama Lesbumi NU dan Media Center PWNU Jawa Barat yang tayang Jumat (12/3), pukul 19.30. 

Kado Ulang Tahun Perempuan Setengah Telanjang

Salah satu novel karya Marina S.
Untuk sahabat Abraham Zakky Zulhazmi

Saya punya kecemburuan tersendiri kepada sahabat satu ini. Dia selesai kuliah S1 dengan baik. Dalam arti ia tidak ngaret sebagaimana umumnya mahasiswa sezamannya yang bahkan ada yang tak bisa meloloskan diri. Kemudian melanjutkan S2 dengan normal pula. 

Di usia 25, ia hampir mendapat gelar magister bidang komunikasi. Jika melanjutkan studi, dua atau tiga tahun ke depan ia akan mengantongi doktor. Sebelum usia 30, siap-siap saja saya membaca profil doktor muda terkemuka di media massa. Layak disimak analisisnya di tivi dan radio. Untuk jadi dosen juga ia menempuh jalan lurus. Mungkin nanti saya akan mendengar dia sebagai dosen teladan bagi mahasiswi-mahasiswanya. Tulisannya juga akan mewarnai jurnal-jurnal illmiah. 

KH Yayan Bunyamin: Ajengan Muda Suka Lagu dan Film India

Seharusnya saya bertemu dan kenal sejak lama dengan ajengan muda kita ini. Pasalnya kami pernah beraktivitas dalam satu gedung beberapa tahun, sekitar 2006-2011. Namun, tak pernah bertemu, apalagi semeja dalam sepengopian.

Akhir pekan lalu saya bertemu dengan ajengan muda kita ini selama dua hari. Dalam satu sesi, dia membawa plastik putih ukuran seperempat liter, berisi cairan coklat. Kopi sasetan yang sudah diseduh.

Senin, 09 Maret 2026

Pak Syair dan SK Surat Al-Fatihah

Pak Syair di kediamannya
Namanya Syair. Hanya Syair, tak ada nama belakangnya. Dia tak mengerti kenapa orang tua menamakannya seperti itu. Apakah mungkin dengan harapan menjadi sastrawan yang terampil menulis puisi atau novel? Ia tidak mengetahuinya sama sekali. Pokoknya semenjak dia ingat, namanya Syair. Di luar itu bukan urusannya. 

Jika menyimak perjalanan hidupnya, menurut saya, dia adalah penyair, tapi bukan dengan kata-kata, melainkan dengan amal perbuatannya, terutama dalam dunia pendidikan, lebih khusus lagi dalam pendidikan di Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang.

Sabtu, 07 Maret 2026

Luqman yang Kini Berpakaian Besi

Luqman yang kini berbaju besi (Foto: Facebook) 
Tujuh tahun tidak ketemu dan tak sempat datang saat pernikahannya, kini dia sudah disapa ayah. Dan, ini yang terpenting, ia mengenakan baju besi, istilah yang disampaikan dari seorang teman terkait profesinya. 

Tujuh tahun tidak ketemu, hampir saja saya lupa beberapa hal yang berkaitan dengannya. Maklum, hampir sewindu lebih digilas kaki sang waktu, meminjam istilah Iwan Fals, yang sombong.