Lalu, saya teringat dengan 3 Bunyamin lain, yang semuanya terkait Tasikmalaya. Pertama, KH Abun Bunyamin putra KH Ruhiat yang pernah memimpin Cipasung.
Pamanah Rasa
Tidak untuk, bukan karena
Senin, 06 April 2026
Empat Bunyamin yang Hebat Berkaitan dengan Tasikmalaya
Bertamu ke Pak Baidhowi Adnan: Tersesat Dulu, Sowan Kemudian
![]() |
| Saya dan Pak Baidhowi Adnan (Foto: Aji) |
Sembari menelan rasa jengkel berlapis-lapis campur aduk dengan keluhan dan keringat, akhirnya sampai di kediaman Pak Baidhowi Adnan. Terlambat 30 menit dari waktu yang ditentukan.
Minggu, 05 April 2026
Sepotong Lagu Iwan Fals untuk Pak Hery Hermawan
![]() |
| Pak Hery Hermawan |
Dia adalah guru olahraga saya ketika di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibadak. Orangnya ceria dan murah senyum, serta berkumis seperti Iwan Fals masa muda. Dan selalu ada pluit tergantung di lehernya.
Dialah yang mengajari saya jurus-jurus Sajojo, Poco-Poco, dan Senam Santri. Namun, sayang tidak mengajari main catur.
D. Zawawi Imron dan Puisi Terakhir yang Tak Berakhir
Sorot lampu fokus pada sosok tua yang berjalan tertatih disangga tongkat. Kakinya yang belas sepatu seperti diseret diiringi bunyi ketukan tongkat. Dia berkain sarung abu-abu bergaris hitam dan putih dipadu baju koko abu-abu. Songkok hitam menutupui rambutnya yang beruban dan rontok.
D. Zawawi Imron (Foto: indonesianfilmcenter.com)
Ratusan penyaksi gedung teater Salihara, Jumat malam, (13/10) fokus pada sosok itu yang kini memegang secarik kertas.
Magnet Hamid Jabbar
![]() |
| Penyair Hamid Jabbar (Foto: sepenuhnya.com/) |
Adalah Hamid Jabbar.



