RT 05, RW 3, 10 nomor 1
Jalannya, jalan cinta....
Kami langsung disambut Pak RW yang ternyata merangkap sebagai Ketua RT 05, di beranda rumahnya yang lapang. Dengan mengenakan celana pendek hitam dan kaos oblong putih, dia menerima kami seolah sahabat lama tak berjumpa. Cara bicara, intonasi, pilihan kosa kata yang dibubuhi logat Betawi tulen diselipi senda gurau lepas membuat kami cepat akrab dengannya. Kesan birokratis dari pejabat negeri ini runtuh semua di tangannya. Suasana demikian mempercepat "akrabisasi" dua arah. Pertama, antara kami dan Pak RT sekaligus keluarganya, kedua, antara saya dan sahabat-sahabat yang ditakdirkan satu kelompok di KKN Sela 2010 yang tidak saling kenal karena beda fakultas dan jurusan. KKN jenis ini adalah fasilitas untuk mahasiswa yang abai akan KKN reguler.
Tanpa diminta, dia bercerita sekilas tentang Pondok Ranji secara umum, dan Peladen secara khusus. Dia fasih berbicara mengenai komposisi penduduk, letak geografis, topografi, mata pencaharian, agama, kebudayaan, dst... dia hapal di luar kepala! Dahsyatullah alaihi. Ah, seandainya seluruh RT di Indonesia sepertinya.
"Nyo... ambil air minum lagi...," tiba-tiba pak RT teriak yang melihat beberapa gelas sahabat-sahabat hanya beberapa tetes lagi.
"Iya."
Datanglah seorang gadis bercelana pendek berkaos oblong dengan pergelangan tangan dipenuhi gelang-gelang membawa sebuah ceret.
"Dituang sendiri ya! Anggap saja ini rumah sendiri."
Kami mengangguk-angguk.
"Kalau ada apa-apa dengan urusan dapur, kalian bisa berhubungan dengan Bu Manohara, istri saya."
Alamak.... Manohara, istrinya Pak RW? Demikian pikiran saya bertanya. Sahabat-sahabat saya pun barangkali demikian.
Melihat mimik muka tamu-tamunya diliputi penasaran, Pak RW memanggil Manohara.
"Bu Manohara.... Manohara.... ke sini sebentar...." kata Pak RW.
"Ya, sebentar...," kata suara perempuan dari dalam rumah.
Jubah malam sebentar lagi terjuntai di Peladen. Langit di ufuk senja memerah saga. Anak-anak mulai mengakhiri bermain bola di halaman rumah tetangga Pak RW. Sedang kami gelisah menunggu Manohara Odelia Pinot van Peladen keluar...
Peladen, Februari 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar