Selasa, 30 Juni 2026
Penyakit Saya Belakangan Ini
Kecuali dengan tokoh partai politik, setinggi apa pun jabatannya, saya tak pernah berminat. Lagi pula saya tak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan tokoh demikian di toilet umum, di kios barang loak, atau di tepi kuburan.
Pertanyaan-Pertanyaan yang Turun Sore Ini
Di dalam, aku baru terbangun setelah mimpi dikejar anjing. Duduk terdiam dengan kepala pening, seolah digodam. Badan pegal. Tulang ngilu. Aku menggeliat beberapa kali. Kulihat sekeliling, keadaan kamar tak berubah: cangkang kopi sasetan, gelas dengan dedak kopi mengering, asbak yang tak mampu lagi menampung abu rokok, cucian di pojokan, dan buku-buku yang tak pernah selesai dibaca.
Rambutan Belakang Rumah, Berbuah Saban Musim Tanpa Kirim Tagihan
Pohon rambutan di belakang rumah itu tak jauh umurnya denganku. Meski hampir seumuran, karena pohon ituu hasil stek, dia cepat berbuah. Sementara aku belum. Entah kapan.
Soekarno di Mata Tukang Pecel Lele
Ketika bertandang ke Pulau Tidung, saya sempat mampir ke rumah lelaki berusia 80 tahun. Kemudian ngobrol banyak hal. Dari mulai sejarah, budaya setempat, perubahannya; laut dan nelayan, pandangannya terhadap pesatnya pariwisata daerah itu, hingga urusan cinta masa mudanya.
Dalam hitungan jam kami bisa dikatakan akrab; hingga dia sempat mengajak saya memasuki kamar, tempat paling pribadinya. Ada lemari tua dengan buku-buku tua dan lampu teplok. Di salah satu dinding, tertempel gambar seseorang berpakaian rapi dengan sederet bintang di pundak. Raut muka gagah, klimis, tak satu bulu pun dibiarkan tumbuh. Sementara di kepalanya bertengger kopiah hitam: Soekarno!
Jumat, 05 Juni 2026
Ketika Dia Berulang Tahun
Minggu, 24 Mei 2026
Manohara Ternyata Istrinya Pak RW Merangkap Pak RT
RT 05, RW 3, 10 nomor 1
Jalannya, jalan cinta....
Aku Bukan Temanmu Lagi…
Aku kaget mendengar kalimatnya itu, seperti baru saja mendengar vonis kematianku sendiri. Aku tak habis pikir mengapa demikian. Apa salahku? Padahal beberapa detik yang lalu aku masih ketawa-ketiwi dengannya, bernyanyi, dan bercerita. Ah, betapa cepat dunia ini berbalik.
Sirine Japuk, Euy...!
buat sahabat-sahabat di Kobong
"Japuk............., euy," teriak seseorang bersarung merah bergaris-garis hitam dari lantai dua. Seolah sirine bahaya gempa, penghuni kobong itu serentak berhamburan keluar. Tak ayal, suara gedabak-gedebuk telapak kaki tergesa menuju tangga. Lantai yang terbuat dari papan kayu nangka itu bergetar hebat, dihiasi debu beterbangan. Penghuni di lantai dasar pun menyelamatkan diri. Mereka celingukan mencari sesuatu. Di senja itu...
Seseorang berpeci hitam, berbaju kemeja dan bercelana hitam datang dari arah belakang kobong. Tangan kanannya menjinjing dus bermerek Sarimi yang diikat tali rapia. Tangan kirinya menenteng plastik dengan tulisan Ramayana Department Store. Sementara di pundaknya tergantung pula tas hitam yang penuh.
Sabtu, 23 Mei 2026
Kenapa Maria Menangis?
Saya tidak menanggapi karena belum tahu terlambat apa.
Di dalam, anak-anak Puspita; Key, Usman, Tommy, Epul, Linda, Tari dan Witri sedang duduk melingkar bersama pak Iwan, seorang relawan Puspita. Sepertinya mereka sedang mengomentari kegiatan talkshow yang baru saja usai. Sementara Veni sedang belajar baca al-Quran bersama kak Syahrozy. Di bagian terpisah Aisyah dan Maria duduk berhadapan. Keduanya menangis tersedu. Selintas keduanya sedang berlomba tangis.
Al-Risalah al-Zuma
Bukan! Bukan itu. Itu sekadar umpama, tapi memang mirip seperti itu. Padahal ia sedang bersila rapi seolah petapa agung, menanti ilham. Tapi matanya menganga menatap monitor jebot kusam 14 inci. Sesekali kepalanya mengeleng-geleng seolah berzikir. Tapi dari mulutnya tidak keluar kalimah-kalimah toyyibah atau pujian ke hadirat tuhan, melainkan babi, anjing tak ketinggalan teman-temannya seragunan diabsen! Sekali waktu, temannya yang lebih akrab disambat juga: setan dan iblis!
Jangan Air Putih Aja!
Bersama dua sahabat, saya mengisi perut di sebuah warung makan, di bilangan Salemba. Letaknya di sebuah gang, kelurahan Kenari.
Waktu: Apa Kabarmu, Sayang?
Membuka komputer, kemudian bermain spider soliter. Berziarah, mengunjungi kakek nenek di kampung. Berkenalan. Tukar nomor ponsel. Plagiat karya ilmiah. Disita rentenir. Menggadaikan barang. Memfitnah orang baik-baik. Menelepon dengan koin. Membuat puisi. Mendengarkan tembang kenangan. Mengingat kekasih. Membeli parfum. Pergi ke mal. Mengemis. Berobat ke dokter. Menggugurkan janin. Membaca buku. Menggiring kerbau.
Kampret, Antum!
Tak biasanya, di taman, sore itu sepi. Mungkin karena sebelumnya hujan mengguyur kota kecil itu sehingga orang-orang malas keluar. Hanya pohon-pohon cemara dan palem tampak basah, tanah basah, bunga-bunga dan rerumputan basah. Dan jalanan tembok yang membelah taman kelihatan licin. Bangku-bangku tembok kelihatan lengang dan basah.
Jumat, 22 Mei 2026
Menipu Tuhan dan Setan
Namun, sebagaimana lumrahnya kasus tipu-menipu yang lain, beberapa minggu kemudian lenyap informasinya. Sebab apa? Ada tipu-menipu yang baru oleh pejabat lain. Rakyat mengutuknya pula, kemudian melupakannya.
Tuhan Maha Jomblo
Tidak cukup sekali rupanya Tuhan mengatakannya. Cek saja di ayat lain, “Dan Dia telah menurunkan dari langit air, maka Kami keluarkan dengannya berpasang-pasangan dari tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam (warna dan rasa) (Thaahaa: 53). Saya temukan juga di ayat-ayat lain di surat berbeda. Tapi tak perlulah diseret semuanya ke sini, bukan?
Minggu, 10 Mei 2026
Mana Akhir Septembermu?
Melarung Suntuk ke Senen
Singkatnya begini, jika Saudara masuk ke terminal itu, tengoklah sebelah kanan, di sana berbaris toko-toko memajang buku-buku. Tentunya menghadap keramaian. Di situ bertumpuk-tumpuk buku, berjajar. Buku apa saja. Mulai dari komik, majalah, tabloid, buku pelajaran. Mulai dari buku ekonomi, manajemen, sejarah, sastra, budaya, musik, menu makanan, agama, hingga biografi. Dari mulai buku tua sampai yang terbaru. Buku asli hingga bajakan.
Maaf, Bajingan Lipsing!
“Bujangan..., bujangan…, Bujangan..., bujangan...”
Suara itu meluncur dari pita suara seorang pria, kutaksir usianya 50 tahun, yang berjalan di pinggir jalan Legoso, Ciputat. Pakaiannya serba hitam dengan kepala ditutup belitan kain hitam juga. Selintas kulihat mukanya dibaluri keringat. Di perutnya tergantung sound berwarna hitam dengan panjang 2 jengkal orang dewasa kali satu setengah jengkal. Di belakangnya, seorang gadis kecil berkerudung kecil, dengan jari tangan menjepit plastik bekas wadah permen.
Sabtu, 09 Mei 2026
Cinta yang Tak Perlu Dipahami
Mendengar perimintaanmu, aku kaget bukan main. Untuk beberapa saat aku diam tak menanggapi karena tak tahu harus berkata apa.
Kamu diam, mungkin menunggu aku bicara. Setelah berapa lama diam, terpaksa aku bersuara.
Minggu, 03 Mei 2026
Al Hafiz Kurniawan, Pemotor Budiman Jakarta
Saya akan mengungkapkan perilaku Al Hafiz Kurniawan di jalanan dengan detail, baik ketika matahari menyengat maupun saat bulan temaram. Baik di gang sempit atau di jalanan raya. Semua akan saya jelaskan dari “Alif” sampai “Ya” dari A sampai Z. Ditambahkan sedikit bumbu pemanis tidak masalah ya, biar agak sedap.


















.jpg)
