Tak diduga-duga masuklah guru BP. Guru yang paling ditakuti oleh seantero MTs. Wali kelas (kelas tiga). Lalu Beliau berkata ”Bapak dari dulu selalu bawel kepada kalian supaya selalu merapikan diri” sambil mengeluarkan dua buah benda: gunting dan penggaris. Jumsih.
Tiba-tiba tanpa tanggung-tanggung krek-krek-krek terdengar gunting itu memotong rambut si Oteck. Kemudian Nana, Ziih, Wahyu. Mereka hanya pasrah, pasrah, dan pasrah. Pencug si pemilik rambut pirang sebelah tak bisa berbuat apa-apa. Ekek menundukkan kepalanya ketika rambutnya dibabad. Ebok pun demikian. Dendi pasrah. Ujang hanya diam. Acep seperti kerbau ditenok hidungnya, hanya menurut saja. Tamam seperti mereka.
Penghuni kelas III tertawa. Enyol rambutnya seperti semar prustasi. Ziih seperti ”Michael” Ziih yang rambutnya hampir sebelah amblas dimakan gunting ”BP” persis ”Michel Jacksen” keluaran Slamuncang. Wahyu rambut kesayangan yang sebelah hilang sudah. Elang yang kepalanya ditumbuhi rambut sedikit panjang kemerahan bagian belakangnya dimakan gunting tsb sehingga terlihat cekungan di bagian tsb. Andri paling sial kedua belahan rambutnya dipotong oleh gunting ”BP” tsb.
Maka terkumpullah rambut dari batok-batok kepala mereka di atas meja guru. Guru ”BP” tsb berkata: Terima kasih atas partisipasi kalian yang telah rela memberikan rambut itu.
Tragis memang saat itu. Tapi ini Tata Krama!!!!!
20-9-99
”Bunga-Bunga MTs”
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar