![]() |
| Screenshot unggahan di blog Pamanah Rasa |
Anak yang pertama meminta kedudukan. Raja pun mengabulkan. Maka dinobatkanlah dia sebagai pengganti raja selanjutnya. Anak yang kedua meminta harta, diberikanlah seluruh harta kekakayaannya yang melimpah. Sementara si bungsu hanya terdiam di tengah suka cita kedua kakaknya.
“Kau minta apa, wahai bungsuku?” tanya raja dengan nafas tersengal.
“Saya meminta rasa malu, Ayah,” kata anak bungsunya.
Sejurus kemudian raja itu terdiam. Lalu air mata meleleh dari kedua pipinya. Ia berkata,
“Itulah yang ayah tidak punya, Nak. Kalau ada yang jual, sudah ayah beli dari dulu.”
Saat itulah malakal maut merenggut nyawanya.
Ya. Rasa malu. Sungguh mahal harganya.
Begitu pula dengan pemimpin Indonesia. Anggota DPR meminta pergantian gedung, presiden mengeluh gaji tak naik, Ketua DPR minta supaya KPK dibubarkan dan ampuni koruptor. Dan baru-baru ini, Presiden SBY memberikan bintang jasa kepada puluhan orang. Dua d iantaranya adalah Ani Yudhoyono dan Aburizal Bakrie.
Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam mempertanyakan pemberian tanda jasa ini. Menurutnya, peran apa yang telah diambil para istri-istri pejabat itu sehingga layak mendapatkan penghargaan. Istri-istri pejabat itu memang sering tampil di hajatan sosial namun hal itu karena mereka mendampingi suami saat bertugas.
"Persoalannya apakah sedemikan besar jasa istri-istri ini? Kok istri-istri yang diberi penghargaan apakah tidak ada orang lain?" kata Asvi lagi yang dikutip dari harian Duta Masyarakat pada Sabtu, 13/08.
Tommy F. Awuy, pakar Filsafat di UI, nge-twitt di Twitternya:
Negeri subur lahan bagi para maling bertebaran bintang jasa tak punya visi setinggi bintang.
Yang lebih jelas dua twitt ini mengarah kepada Aburizal Bakrie yang lolos dari kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.
Akun @jarotdoso berkicau: Buat gw, alm Marsinah, Munir, Udin, Wiji Thukul lebih berhak atas bintang mahaputera drpd cecunguk2 itu #gilahormat
Akun wigunadarmaLOL, for Aburizal right? RT @jarotdoso: Juragan lumpur ya tetap saja juragan lumpur meski diberi gelar mahaputera sekalipun #gilahormat
Selamat ya, Bu Ani dan dan Pak Ical. Makin keren deh. Jasa Kalian memang tiada taranya bagi kemajuan bangsa ini.
Krmt, 13/08/2011
Tulisan ini diunggah di blog abdullahalawi.blogspot.com yang telah almarhum pada Jumat 12 Agustus 2011 dengan judul "Jelang Lebaran, Diobral Bintang Jasa"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar