Malam ini, untuk kedua kalinya saya berjumpa sastrawan besar asal Madura, Si Celurit Emas, Zawawi Imron. Dia ke Jakarta atas undangan RRI untuk membaca puisi dan orasi kebudayaan menjelang buka puasa sore nanti, Senin, (14/08).
Beberapa waktu lalu, saya pernah ketemu penulis antologi puisi Kelenjar Laut ini. Ia ke Jakarta dalam acara serupa di TIM. Sebelum pulang, ia dibelokan Hamzah Sahal ke Ciputat.
Mendapat kabar ini, sahabat-sahabat Ciputat langsung gegap-gempita, bergerak untuk menjamunya. Jamuan kepada sastrawan adalah menimba semangat atas kreativitasnya, mengapresiasi karya-karyanya dan mempertemukannya dengan sastrawan lain. Diundanglah Yanusa Nugroho, penulis novel Di Batas Angin, dan AS Laksana, Bidadari yang Mengembara.

