![]() |
| Foto: https://gatsby.co.id/ |
Mengenai yang terakhir, dalam pikiran saya cuma bertanya, berapa keranjang jengkol per hari bininya harus masak?
![]() |
| Foto: https://gatsby.co.id/ |
Mengenai yang terakhir, dalam pikiran saya cuma bertanya, berapa keranjang jengkol per hari bininya harus masak?
Begini, akhir-akhir ini saya orangnya dilanda kebosanan luar bisa mendengar musik. Padahal ini bagian yang harus dinikmati, sebagai tata cara merayakan kehidupan.
Kebosanan itu muncul entah dari liang pori-pori mana. Tiba-tiba saja bertakhta, dan susah mengusirnya, seperti kemalasan. Misalkan kuputar satu lagu bermuatan kenangan, tak nikmat. Diputar lagu baru, apalagi. Diputar lagu lawas hingga terbaru, tak jauh beda. Dari genre satu ke genre lain. Mulai dari yang dipahami bahasanya hingga tak dimengerti, juga seperti itu.
Saya mulanya tahu Farid Hardja melalui sebuah lagu yang diputar orang pada kenaikan kelas SD pada 1990-an awal. Saya hanya pendengar sembarang yang kebetulan mendengarnya.
![]() |
| Nonton layar tancap (Foto: patinews) |
Konon, yang pertama itu layak dikenang sebagaimana omongan orang yang banyak bohongnya, "cinta pertama tak pernah mati dan dilupakan". Brekeweshhhhh!!!